Idul Adha 2009
Cegah Rusuh, Foke Bagi Kurban di Kelurahan
Gubernur mengingatkan masyarakat untuk tertib saat menukarkan kupon dengan daging kurban.
Jum'at, 27 November 2009, 10:20 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Aries Setiawan
Fauzi Bowo (VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin pembagian daging hewan kurban akan terlaksana dengan baik. Demi mencegah kerusuhan massa, distribusi daging kurban akan dilaksanakan melalui kelurahan.
 
"Saya melihat sekarang penyelenggaraannya lebih terorganisir dengan baik," kata Gubernur Fauzi Bowo usai salat Idul Adha di halaman Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, 27 November 2009.
 
Panitia akan membagikan kupon daging kurban kepada seluruh warga yang pantas menerima. Panitia tersebar di seluruh kelurahan hingga tingkat rukun tetangga.

Namun, Gubernur mengingatkan masyarakat untuk tertib saat menukarkan kupon dengan daging kurban. Gubernur tak ingin kerusuhan saat pembagian zakat pada Idul Fitri beberapa bulan lalu terulang.
 
"Masyarakat juga harus tahu, akan mendapatkan haknya. Tidak usah terburu-buru. Saya kira jumlah hewan kurban yang disediakan untuk para mustahiq di DKI cukup banyak," kata Gubernur yang menyerahkan seekor sapi kepada panitia kurban.

Gubernur memastikan seluruh hewan kurban di Jakarta sehat dan layak dikonsumsi, tidak ada yang terjangkit penyakit. "Sampai saat ini, dinas kita, serta dokter-dokter yang bergabung di dalam tim ini, tidak menemukan penyakit apapun," ujarnya.

• VIVAnews
 
komentar
bob
28/11/2009
Analisis pembagian kurban dilakukan dengan cermat, ikuti sistem pendistribusian produk dagang. 1. sistem mobil kanvas, 2, sistem perwakilan, 3. benteng stelsel. Rasa malu yang tidak ada lagi, adanya faktor ekonomi yaitu daging ditukar dengan bahan kebutuhan lain karena ketidakmampuan. Stakeholder tidak perlu ber-statement. adakan kajian ilmiah yang mendalam tentang muamalah berhubungan dengan ekonomi-kesejahteraan-sosial di masyarakat. TANPA ILMU AGAMA ITU MENJADI ALAT. ajarkan MAKNA di kegiatan AGAMA, formal. Kelola kemakmuran dengan melihat-melibatkan keluarga, bila keluarga tak mampu tetangga memiliki keacuhan. komentar orang kaya tidak mau korban=salah pandang. salah pandang=mengapa pengajaran keimanan tidak sampai pada tingkat kalbu. AKU HARUS BAGAIMANA trims
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.