Api pertama kali terlihat dari rumah Rasinah, yang kosong karena ditinggal pulang kampung.
|
|
(VIVAnews/Tri Saputro) |
|
VIVAnews - Sebanyak 80 rumah di pemukiman padat penduduk di kawasan Kampung Baru, RT 11 RW 11, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, ludes dilalap si jago merah, Sabtu 28 November 2009 pukul 08.30 WIB pagi tadi.
Sebagian besar penghuni rumah kumuh tersebut bekerja pada malam hari di pasar ikan Muara Angke. Kebakaran terjadi saat para penghuni tertidur lelap.
Seorang saksi bernama Fadil mengatakan, api pertama kali terlihat dari rumah warga bernama Rasinah, yang kosong karena ditinggal pulang kampung.
Banyak warga yang tidak dapat menyelamatkan barang-barang berharga mereka karena api cepat membesar. Dalam hitungan menit, api langsung merambat ke rumah lainya karena hampir seluruh bangunan di kawasan tersebut terbuat dari kayu.
"Api tiba-tiba sudah besar dan membakar rumah saya. Rumah itu kosong, orangnya lagi pulang kampung untuk lebaran Idul Adha," ujar Fadil.
Api baru bisa dipadamkan setelah 15 mobil pemadam datang dan melakukan pemadaman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara menurut petugas di lokasi kejadian, kebakaran ini diduga akibat arus pendek listrik.
Laporan: Arnes Ritonga| Jakarta Utara
• VIVAnews