Bendera PDIP menyembul di barisan massa Bendera, KAMMI, dan Prodem.
|
|
Demo skandal Bank Century |
|
VIVAnews - Ratusan peserta akasi demonstrasi mendukung angket Century masih memadati pelataran gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI siang ini.
Pantauan VIVAnews, massa dari Generasi Revolusi Agustus '45, Jaringan Pemuda Penggerak atau Jamper, dan mahasiswa dari berbagai universitas serta massa Aliansi Asuransi masih bertahan di depan gerbang DPR. Sebagian mereka memilih tempat berteduh.
Menjelang siang, ratusan massa kembali mendatangi pelataran DPR yakni massa dari Prodem, Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan sejumlah mahasiswa lainnya. Massa pun makin padat.
Di tengah massa yang berkumpul, menyembul bendera PDIP lengkap dengan nomor urutnya dalam Pemilu 2009, 28. Bendera itu tampak menyolok, karena merupakan satu-satunya bendera partai politik yang nampak dalam aksi tersebut.
Apa PDIP juga ikut aksi? "Bendera PDIP bukan dari struktur tapi massa arus bawah," kata humas aksi Bendera, Mahfud Sidik.
Meski berbeda asal, tuntutan massa sama yakni mendukung angket Century.
"Kami mendesak pengesahan angket Century, tim angket harus serius mengusut kasus ini," kata Ketua Departemen Kajian Strategis KAMMI, Amin Sudarsono, dalam rilisnya.
"Untuk penanganan secara hukum, kami menuntut KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengusut kasus Bank Century karena polisi tampaknya tidak berniat melakukan upaya hukum," tambah dia.
Sebagian besar massa menggunakan kaos putih. Ada pula demonstran mahasiswa yang mengenakan jas almamater dari masing-masing kampus. Dalam aksinya, massa membentangkan poster dan spanduk yang berisi tuntutan pengusutan kasus Century.
Sementara, anggota polisi tersebar di berbagai lokasi. Petugas kepolisian ada yang menangani arus lalu lintas, dan ada pula yang berada di dalam komplek Gedung DPR. Polisi antihuru-hara dan mobil pemecah kerumunan watercannon juga sudah bersiaga.
• VIVAnews