Memajukan jam masuk sekolah dianggap hanya memindahkan waktu kemacetan di Jakarta.
|
|
Anak-anak di Sekolah Dasar (VivaNews/ Nurcholis Lubis) |
|
VIVAnews - Strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memajukan jam masuk sekolah dianggap tak mampu mengurai kemacetan di Jakarta. "Itu hanya akan memindahkan waktu kemacetan lebih pagi," ujar Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan kepada VIVAnews, Senin 24 November 2008.
Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memajukan jam belajar 30 menit lebih awal menjadi pukul 06.30 WIB dianggap tidak tepat.
Jumlah perjalanan anak sekolah pun hanya sekitar 14 persen per hari dari total perjalanan yang ada. "Seharusnya yang ditekan yang 86 persen, bukan mengorbankan anak sekolah," kata Azas.
Dalam mengatasi kemacetan di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hendaknya fokus mencari solusi permasalahan di hulu. Sebab, penyebab utama kemacetan di Jakarta adalah jumlah kendaraan pribadi yang semakin tak terkendali.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hendaknya fokus terhadap strategi menekan jumlah kendaraan pribadi yang mencapai 98 persen dari jumlah kendaraan di Ibu Kota. Dalam kondisi ini, kata Azas, level yang dibutuhkan adalah penyediaan moda transportasi massal yang memadai.
"Soal memajukan jam sekolah jelas tidak menyelesaikan masalah, hanya merugikan masyarakat. Pemprov jangan kalap," ujarnya.
• VIVAnews