Harga BBM Turun Lagi
Tarif Angkutan Umum Harus Turun
Rakyat kecil harus dapat merasakan dampak penurunan harga premium dan solar ini.
Senin, 15 Desember 2008, 06:39 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
  (Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Penurunan harga bahan bakar minyak bersubsidi harus diikuti penurunan tarif angkutan umum. Rakyat kecil harus dapat merasakan dampak penurunan harga premium dan solar ini.

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, kepada VIVAnews, Senin 15 Desember 2008. "Penurunan harga kali ini sudah cukup signifikan untuk menurunkan tarif angkutan umum," ujarnya.

Tak ada alasan lagi bagi organisasi angkutan darat untuk tak menurunkan tarif angkutan darat. Penurunan harga premium kali ini mencapai Rp 1.000 dari harga tertinggi Rp 6.000 yang ditetapkan 24 Mei lalu.

Azas Tigor Nainggolan, Ketua Forum Warga Jakarta, mengatakan, pemerintah harus menghitung ulang tarif kilometer jalan angkutan umum. "Dampak penurunan harus bisa dirasakan masyarakat kelas bawah. Jangan hanya pemilik kendaraan pribadi saja," ujar Azas.

Saat pemerintah menurunkan harga premium untuk pertama kalinya pada 1 Desember lalu, Azas masih memaklumi jika tarif angkutan umum tak turun. Sebab, kalau itu penurunan harga premium hanya Rp 500 dari harga awal Rp 6.000. "Kalau sekarang sudah realistis. Tarif angkutan harus turun," ujarnya.

Pemerintah menurunkan kembali harga premium sebesar Rp 500/liter menjadi Rp 5.000/liter dari harga semula Rp 5.500/liter. Sedangkan harga solar turun Rp 700/liter menjadi Rp 4.800/liter. Penurunan harga ini berlaku mulai 15 Desember 2008, pukul 00.00 WIB.

Ingin berdiskusi soal tarif angkutan, klik Forum VIVAnews.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.