BLU Transjakarta belum bisa menargetkan penyelenggaraan tender.
|
|
Bus TransJakarta tengah mengambil penumpang (VIVAnews/Maryadi) |
|
VIVAnews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menyelenggarakan tender untuk penyediaan armada di koridor VIII-X. Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta menyatakan masih menunggu penyelesaian sengketa tarif di koridor IV-VII.
Pengamat transportasi publik, Dharmaningtyas, mengatakan, tender seharusnya dilakukan tanpa menunggu penyelesaian sengketa yang saat ini sedang dibahas di Badan Arbitrase Nasional Indonesia. “Tak ada hubungannya. Tender bisa dilakukan asal ada ketegasan BLU saja,” ujarnya kepada VIVAnews, Rabu 17 Desember 2008.
Sengketa di koridor IV-VII berawal ketika BLU ingin memberlakukan tarif hasil lelang yang dimenangkan Lorena dan Primajasa sebesar Rp 9.500 per kilometer jalan. Padahal, sejak awal empat koridor itu dioperasikan, BLU telah bekerja sama dengan dua operator lama (existing) dengan tarif Rp 12.885 per kilometer jalan. Existing adalah gabungan operator trayek bus besar yang rutenya berhimpit dengan rute Bus Transjakarta.
Sejumlah existing koridor IV-VII pun menuding Pemerintah Provinsi DKI melakukan permainan tender. Mereka bahkan mengancam akan melaporkan BLU Transjakarta selaku penyelenggara tender ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantah telah menyelenggarakan proses tender yang tidak fair saat mencari operator baru untuk busway Koridor IV - VII. “Tender sudah sesuai aturan lelang,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Tauchid beberapa waktu lalu.
Azas Tigor Nainggolan, Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) juga berharap ketegasan pejabat BLU untuk mempercepat penyelenggaraan tender. BLU tidak bisa berlama-lama menunggu sengketa, sementara infrastruktur koridor VIII-X senilai Rp 326 miliar sudah mulai rusak lantaraan tak kunjung difungsikan. “Nggak papa, BLU harus tegas agar masyarakat nggak semakin dirugikan,” ujarnya.
Kepala BLU Transjakarta, Daryati Asrining Rini, mengakui, belum bisa menyelenggarakan tender untuk koridor VIII-X. BLU masih fokus membuat pedoman tender agar permasalahan di empat koridor sebelumnya tak terulang. “Kami belum berani banyak berkomentar. Belum ada target, pokoknya secepatnya,” ujar Rini.
• VIVAnews