Korban tidak sadar jika, dua orang menggunakan satu sepeda motor sudah mulai mengikutinya.
|
|
Polisi tangkap pelaku kejahatan di Kuningan (Brigadir Satu Anjar Hari Saputra) |
|
VIVAnews - Aksi pencurian dengan modus ban terbakar mulai menghantui Kota Jakarta. Kasus ini terjadi di kawasan Jakarta Utara.
Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta terpaksa kehilangan barang berharganya, setelah dua orang pelaku sudah mengincar dan mengikuti mobil miliknya hendak pergi ke pusat perbelanjaan.
Korbannya adalah Adinda, 22 tahun, warga Plumpang, Jakarta Utara. Kejadian bermula saat korban hendak menjemput kawannya, Maria Ulva, 22 tahun di Jalan Sungai Mahakam, Cilincing.
Awalnya korban tidak sadar jika, dua orang menggunakan satu sepeda motor sudah mulai mengikutinya.
Saat korban hendak menunggu temannya, tiba-tiba dua orang pelaku langsung mengatakan jika ban mobilnya mengeluarkan Api. Korban pun keluar untuk mengecek.
Memang ban mobil tersebut mengeluarkan asap. Dan asap itu ternyata keluar setelah pelaku melemparkan cairan oli ke ban dan kanvas rem mobil tersebut, sehingga berasap.
Namun sialnya hanya dalam hintungan menit, tas berisi laptop dan dua handphone, serta dompet di bangku bagian belakang mobil Kijang Inova Silver B 8043 HJ miliknya sudah lenyap digasak.
Korban baru sadar telah menjadi korban pencurian setelah tas itu lenyap. Pelaku pun langsung kabur, meskipun korban sempat berteriak dan menangis histeris.
Tak mau buang waktu, Adinda dan Maria lansung mendatangi Polres Jakarta Utara, untuk melaporkan kejadian ini.
Berharap polisi bisa langsung menindak, namun lagi-lagi korban harus menerima pil pahit. Pasalnya polisi tidak merespon dengan baik kejadian naas yang menimpanya.
"Buat laporan saja lama sekali, sudah tiga jam kejadian, baru tinjau ke lapangan, bagaimana mau tangkap pelakunya," ujar Maria dengan nada kesal.
"Padahal sekarang ulang tahun Polri, kinerjanya bukan tambah bagus, malah tambah buruk. Sama sekali tidak bisa diharapkan," tandasnya.
Akibat kejadian ini, kerugian yang dialami Adinda mencapai puluhan juta rupiah, belum lagi laptop yang berisi data-data tugas akhir skripsi.
• VIVAnews