|
VIVAnews - Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Kepolisian RI melakukan reka adegan kasus perampokan uang Rp 15 miliar milik Bank BNI. Reka adegan memperlihatkan aksi perampok saat menabrakkan mobil Suzuki APV ke mobil PT Cisco yang tengah mengangkut uang.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Tornagogo Sihombing, mengatakan, adegan itu merupakan pra-reka kasus perampokan Bank BNI.
Reka adegan berlangsung di depan Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, mulai pukul 17.30, Rabu 15 Juli 2009, selama 15 menit.
Reka adegan itu diperlukan untuk memastikan bahwa perampok sengaja menabrakkan mobil Suzuki APV yang mereka kendarai ke mobil milik PT Cisco seperti keterangan saksi. "Hasilnya memang posisi mobil demikian, mobil ditabrakkan dari belakang," ujarnya.
Adegan dimulai dengan aksi enam polisi mengendarai mobil Suzuki APV. Sang sopir kemudian mengarahkan kendaraannya ke mobil milik PT Cisco yang dalam reka diwujudkan dengan mobil Isuzu Panther B 88252 KW.
Sopir mobil Suzuki APV selanjutnya menabrak bagian belakang mobil pengangkut uang Bank BNI Rp 15 miliar itu. Bemper depan mobil Suzuki APV tepat mengenai lampu belakang sebelah kanan mobil PT Cisco.
Dalam reka adegan tersebut, polisi menggunakan kendaraan milik Puslabfor Mabes Polri. Mereka juga tidak menyertakan dua saksi kunci yaitu Ade Johan dan Bripda Edi Purnawan dalam reka adegan itu.
Tornagogo menambahkan, polisi belum dapat mengungkap kasus perampokan tersebut. Polisi masih memburu para tersangka. Mereka juga masih melacak keberadaan mobil Suzuki APV yang ditumpangi pelaku. Mengenai dugaan keterlibatan sopir mobil PT Cisco, ia menjawab, "Kasusnya masih prematur."
Pada Senin 13 Juli sekitar pukul 20.00, Ade Johan dan Bripda Edi bertugas mengawal mobil PT Cisco yang tengah mengangkut uang dari BNI cabang Soewarna di Kompleks Bandaran Soekarno-Hatta ke kantor BNI pusat di Jalan Jenderal Sudirman.
Setibanya di Jalan Tol Latumenten, mobil yang mereka tumpangi ditabrak mobil Suzuki APV milik perampok. Sesaat setelah mobil terhenti, sejumlah pelaku bersenjata api turun dan menodongkan senjata api. Para pelaku kemudian melarikan mobil berisi uang Rp 15 miliar itu.
Ade Johan berhasil kabur sebelum mobil dilarikan. Bripda Edi dibuang di kawasan Tangerang dengan keadaan tangan terborgol. Mobil ditinggal di kawasan Ancol setelah seluruh uang diambil. Sedangkan sopir mobil PT Cisco masih belum diketahui nasibnya.
Baca juga: Kisah Polisi Pengawal Uang BNI Rp 15 M
• VIVAnews