Waktu itu, sekitar pukul 7.30 di dalam restoran sedang ada sejumlah tamu sarapan pagi.
|
|
Korban ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009 |
|
VIVAnews – Riza, 26 tahun, salah satu karyawan Restoran Airlangga Hotel Ritz Carlton menceritakan detik-detik ledakan maut yang terjadi di dalam restoran itu, Jumat 17 Juli 2009.
Waktu itu, sekitar pukul 7.30 di dalam restoran sedang ada sejumlah tamu sarapan pagi. Ada bule, ada juga orang Indonesia. Riza dan rekan-rekannya tengah melayani mereka.
“Tiba-tiba (7.40) saya dengar ada ledakan di luar (Hotel JW Marriott), lalu ledakan lagi di restoran ini,” kata Riza ketika ditemui sedang dirawat di pelataran depan Hotel Ritz Carlton.
Setelah ledakan Riza tidak begitu ingat detail peristiwanya. Tapi dia tahu dua rekannya, Ucuk dan Mira terjatuh akibat ledakan. Dua karyawan restoran itu mengalami luka-luka.
Perabotan restoran hancur berantakan. Kursi dan bangku berjumpalitan. Kaca-kaca juga hancur.
Saksi mata bernama Alex Subrata mengatakan sebelum kejadian dia sedang lari pagi. Terjadi ledakan di tempat terpisah. Ledakan pertama di Hotel JW Marriott. Hotel ini beberapa tahun lalu juga diserang bom yang mengakibatkan banyak korban tewas.
Kemudian, ledakan kedua di restoran Hotel Ritz Carlton. Kedua hotel ini berjarak sekitar 200 meter.
Sekarang, mereka semua sudah dievakuasi ke luar ruangan. Korban luka-luka diamankan di lokasi depan hotel. Petugas medis memberikan perawatan kepada para karyawan dan tamu yang selamat. Sebagian yang sudah sehat, diperbolehkan pergi.
Ledakan yang melanda dua hotel itu mengakibatkan sejumlah orang tewas. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlahnya.
• VIVAnews