|
VIVAnews - Komplotan perampok uang milik Bank BNI senilai Rp 15 miliar tampaknya bukan pelaku profesional. Senjata yang mereka gunakan untuk menakut-nakuti korban pun hanya senjata mainan.
"Tidak ada senjata api, hanya senjata api mainan dari plastik," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kombes M Iriawan, di Markas Besar Kepolisian RI, Kamis 23 Juli, sekaligus membantah keterlibatan oknum TNI atau Polri dalam perampokan itu.
Mereka menggunakan senjata mainan untuk melumpuhkan Bripda Eddi Purnawan, polisi yang ditugaskan mengawal pengiriman uang Rp 15 miliar dari Bank BNI cabang Soewarna Tangerang ke BNI pusat di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
Perampokan terjadi pada Senin 13 Juli saat mobil Certis Cisco yang disewa Bank BNI dalam perjalanan memindahkan uang tersebut. Dua petugas keamanan, Ade Johan dan Bripda Eddi Purnawan, bertugas mengawal di dalam mobil.
Setibanya di Jalan Tol Latumenten, mobil yang mereka tumpangi ditabrak mobil Suzuki APV milik perampok. Perampok rupanya berkomplot dengan sopir mobil Certis Cisco. Sesaat setelah mobil terhenti, sejumlah pelaku turun dan menodongkan senjata api. Para pelaku kemudian melarikan mobil berisi uang Rp 15 miliar itu.
Ade Johan berhasil kabur sebelum mobil dilarikan. Bripda Eddi dibuang di kawasan Tangerang dengan keadaan tangan terborgol. Mobil ditinggal di kawasan Ancol setelah seluruh uang diambil. Sedangkan sopir Certis menghilang bersama perampok.
Sebanyak 14 menjadi tersangka dalam kasus perampokan itu. Mereka yang telah tertangkap adalah Muhammad Abdul Mubalik (34), Suhendi alias Andi (25), Ahmad Sofyan (29), Insya Putra Subagya, Siti Suleha (36), Muat (42), Dedi (22), Mista (52), Sukri (36), Haji Aceng Idrus (53), dan Iwan. Tiga lainnya yaitu Ade, Ivan, dan Usup, masih buron.
Baca juga: Inilah Kronologi Perampokan BNI Rp 15 Miliar
• VIVAnews